Kamis, 27 Maret 2014

USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PASCA TAHUN 1945)

Sebelum memperoleh kemedekaan, bangsa Indonesia terlebih dahulu memproklamasikan kemerdekaannya yang dikenal dengan “Proklamasi Kemerdekaan”. Proses ini berawal dari terdengarnya berita kekalahan Jepang dari pihak sekutu, seketika juga kelompok pemuda mendesak Sukarno-Hata untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Akan tetapi dengan alasan menunggu janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan Indonesia, Sukarno-Hata tidak dengan segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang mendorong para pemuda melakukan aksi penculikan terhadap Sukarno-Hata ke Rengasdengklok yang akhirnya dikenal dengan “Peristiwa Rengasdengklok”. Proses perumusan teks prokalamasi kemerdekaan bertempat di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda dengan tujuan keamanan dan tidak terganggu oleh pihak Jepang.

        Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui berbagai upaya, yaitu perlucutan senjata Jepang, menghadapi tentara sekutu dan NICA, serta perjuangan politik untuk mendapatkan pengakuan internasional. Kedatangan pihak sekutu ke Indonesia dengan tujuan melepaskan tawanan perang tentara sekutu dari Jepang dan melucuti tentara Jepang pada awalnya diterima dengan baik oleh rakyat Indonesia. Namun setelah tahu kedatangan sekutu diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dengan tujuan Belanda ingin menguasai kembali wilayah Indonesia, akhirnya terjadilah konflik di berbagai daerah di Indonesia. Pada masa itu Belanda melalui pemimpin Van Mook membentuk Negara-negara bagian, yaitu NIT (Negara Indonesia Timur), Negara Pasundan, Daerah Istimewa Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatra Timur, Negara Jawa Timur.

Peristiwa Rengasdengklok

     a.   Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok
Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Berita ini disembunyikan oleh pihak Jepang, tapi peristiwa ini sudah disiarkan oleh radio Jepang di Indonesia. Pada 15 Agustus puklul 8 malam, para pemuda di bawah pimpinan Chairul Saleh berkumpul di ruangan belakang Laboraatorium Bakteriologi yang ada di Jl. Pegangsaan Timur No.13, Jakarta.
    Saat itulah, terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua.  Para pemuda bersepakat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada negara lain. Sedangkan golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui revolusi secara terorganisir karena mereka menginginkan membicarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
    Perbedaan pendapat tersebut mendorong golongan muda untuk membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta ke Rengasdengklok pada dini hari 16 Agustus 1945. Tujuan adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena berada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon dan di sana dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

     b.  Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok (Regina - Nenden)
Pada dini hari 16 Agustus 1945, Ir.Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur dan Moh.Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Tujuan
dilakukannya pengasingan tersebut adalah agar Ir.Soekarno dan Drs.
Moh.Hatta tidak terpengaruh oleh   Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena posisinya berada jauh dari jalan raya utama. Di Rengasdengklok, Ir.Soekarno dan Moh.Hatta menempati rumah warga keturunan Tionghowa yang bernama Djiaw Kie Song.
    Kemudian Ir.Soekarno dan Moh.Hatta didesak untuk mempercepat proklamasi. Menghadapi desakan tersebut, Ir.Soekarno dan Moh.Hatta tidak merubah pendirian. Sikap Ir.Soekarno dan Moh.Hatta yang tidak merubah pendirian adalah karena mereka belum percaya akan berita yang diberikan pemuda kepada mereka, yaitu tentang mengalahnya Jepang kepada sekutu karena belum ada berita resmi dar Jepang.
    Achmad Subardjo sibuk mencari informasi kebenaran tentang penyerahan Jepang kepada sekutu yang tiba-tiba dikagetkan dengan hilangnya Ir.Soekarno dan Moh.Hatta. Keberadaan Ir.Soekarno dan Moh.Hatta akhirnya diketahui dari Wikana, Ketika itu juga Achmad Subardjo datang ke rengasdengklok dan berhasil meyakinkan pemuda bahwa proklamasi pasti diucapkan keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehingga pada 16 Agustus 1945 malam hari Ir.Soekarno dan Moh.Hatta dibawa kembali ke Jakarta.
    Sementara itu, di Jakarta telah terjadi kesepakatan antara golongan tua (Achmad Subardjo) dengan golongan muda (Wikana) untuk mengadakan proklamasi di Jakarta. Lakasamana Muda Maeda menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.
    Rombongan yang terdiri atas Achmad Subardjo, Sudiro, dan Jusuf Kunto segera berangkat menuju Rengasdengklok, tempat dimana Ir.Soekarno dan Moh.Hatta diamankan oleh para pemuda.
    Setelah meyakinkan para pemuda bahwa proklamasi akan dilakukan keesokan harinya paling lambat pukul 12.00 WIB, Achmad Subardjo kemudian menghubungi Laksamana Muda Maeda untuk meminta bantuannya. Laksamana Muda Maeda mengijinkan rumahnya sebagai tempat menyusun naskah proklamasi. Beliau berjanji menjamin keselamatannya selagi masih ada di dalam rumahnya.
   


      C.   Kronologi Penyusunan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Najla-Rizky)
Di ruang makan di rumah Laksamana Muda Maeda disusun naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tiga tokoh pemuda yakni Sukarni, Sudiro, dan D.M diah menyaksikan Ir.Soekarno, Moh.Hatta, dan Achmad Subardjo membahas perumusan naskah proklamasi.
    Setelah konsep teks proklamasi ditunjukan, terjadilah perbedaan pendapat siapa yang harus menandatangani. Ir.Soekarno mengusulkan agar semua ikut menandatangani. Tapi para pemuda berpendapat hanya pemudalah yang berhak menandatangani. Akhirnya tercapai kesepakatan atas usul Sukarni bahwa yang menandatangani cukup Ir.Soekarno dan Moh.Hatta atas nama bangsa Indonesia. Selanjutnya naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan.
    Setelah naskah proklamasi selesai disusun pada tanggal 17 Agustus 1945 dini hari, masih timbul persoalan bagaimana caranya menyebarluaskan naskah tersebut ke seluruh Indonesia. Sukarni melaporkan bahwa Lapangan IKADA (Monas) tempat yang telah disiapkan untuk pembacaan teks proklamasi. Namun stelah mendengar informasi bahwa lapangan IKADA dijaga oleh tentara Jepang, Ir.Soekarno mengusulkan agar upacara proklamasi dilakukan di rummahnya di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi bentrokan dengan pihak militer Jepang. Usul ini disetujui dan akhirnya berlangsunglah upacara pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sumber : http://nisawie.blogspot.com/2013/01/peristiwa-rengasdengklok.html

Definisi NICA

Definisi NICA

NICA adalah Nederland Indies Civil Administration (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) ; organisasi yang dibentuk oleh orang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australia setelah kedatangan Jepang di Indonesia. Organisasi ini kemudian kembali ke Indonesia dengan membonceng Sekutu untuk kembali menjajah.

11 Kutipan Kata Kata Bijak IR. SOEKARNO

Artikel kali ini akan membahas tentang 11 Kata-kata bijak dari Presiden IR. SOEKARNO pada masa itu. dan berikut ini adalah Kutipannya.

Kutipan Kata Kata Bijak Dari Presiden Soekarno

  1. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
  2. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
  3. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
  4. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
  6. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
  7. ……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……
  8. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.
  9. Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia
  10. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya
  11. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.
Itulah artikel singkat mengenai 11 Kata Kata Bijak Dari Presiden Soekarno. semoga kata-kata bijak dari Ir. Soekarno diatas bisa menjadi penyemangat hidup kita. dan semoga Artikel ini Bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-presiden-soekarno.html

About

Blog ini di dirikan untuk bertujuan memberikan informasi / pengetahuan yang terselubung (jarang di ketahui orang).

Semoga blog ini bisa menjadi blog yang Maju, Banyak pengunjung, bisa menghasilkan uang, dan pastinya menjadi blog terbaik.

demikian dari saya