Sebelum memperoleh
kemedekaan, bangsa Indonesia terlebih dahulu memproklamasikan kemerdekaannya
yang dikenal dengan “Proklamasi Kemerdekaan”. Proses ini berawal dari
terdengarnya berita kekalahan Jepang dari pihak sekutu, seketika juga kelompok
pemuda mendesak Sukarno-Hata untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Bangsa
Indonesia. Akan tetapi dengan alasan menunggu janji Jepang untuk memberikan
kemerdekaan Indonesia, Sukarno-Hata tidak dengan segera memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang mendorong para pemuda melakukan aksi
penculikan terhadap Sukarno-Hata ke Rengasdengklok yang akhirnya dikenal dengan
“Peristiwa Rengasdengklok”. Proses perumusan teks prokalamasi kemerdekaan
bertempat di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda dengan tujuan keamanan dan
tidak terganggu oleh pihak Jepang.
Upaya mempertahankan kemerdekaan
Indonesia melalui berbagai upaya, yaitu perlucutan senjata Jepang, menghadapi
tentara sekutu dan NICA, serta perjuangan politik untuk mendapatkan pengakuan
internasional. Kedatangan pihak sekutu ke Indonesia dengan tujuan melepaskan
tawanan perang tentara sekutu dari Jepang dan melucuti tentara Jepang pada
awalnya diterima dengan baik oleh rakyat Indonesia. Namun setelah tahu
kedatangan sekutu diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration)
dengan tujuan Belanda ingin menguasai kembali wilayah Indonesia, akhirnya
terjadilah konflik di berbagai daerah di Indonesia. Pada masa itu Belanda
melalui pemimpin Van Mook membentuk Negara-negara bagian, yaitu NIT (Negara
Indonesia Timur), Negara Pasundan, Daerah Istimewa Borneo Barat, Negara Madura,
Negara Sumatra Timur, Negara Jawa Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar